Jumat, 04 April 2008

Ballad of the Enchanted Princess


Sudah melihat iklan sabun Lux yang baru di televisi, Lux: Magic Spell? Iklan ini bercerita tentang seorang gadis biasa yang kelihatannya hidup di Abad Pertengahan di Eropa. Suatu saat ia berjalan-jalan di hutan dan menemukan sebuah sabun 'ajaib'. Ia menggunakannya untuk membersihkan badan di sungai dan seusainya, gadis ini berubah menjadi seorang gadis yang luar biasa. Hewan-hewan pun terpikat entah akan kecantikannya atau keharumannya. Ia kembali ke kota dengan penampilan yang berbeda. Semua pria di kota, tua dan muda sama-sama terpikat seperti halnya hewan-hewan di hutan. Akhirnya ia mengubah suasana kota itu menjadi lebih hidup. Semuanya dimulai dari sebuah sabun.

Kelihatannya seperti dongeng klise yang sempurna, ya? Gadis biasa menjadi putri cantik yang digilai seluruh pria. Tetapi bila kita perhatikan secara visual, iklan ini dapat diinterpretasikan berbeda dari persepsi di atas. Iklan yang dibuat dengan teknik stop-motion ini awalnya menampilkan sosok gadis (bagi saya mirip dengan Rianty Cartwright) yang feminim dan klise, yaitu berambut panjang, bergaun pink, dan membawa keranjang. Namun sosok itu cukup sesuai menggambarkan gadis feminim yang anggun. Anehnya saat ia menemukan sebuah sabun di hutan, ada persepsi bahwa gadis ini tuna netra karena ia lebih terlihat seperti meraba-raba daripada mengambil sabun dan bola matanya juga terlihat mengarah ke atas (padahal sabunnya di tanah). Selesai mandi di sungai, justru penampilan si gadis menjadi kontroversial!

Rambut yang tadinya kering dan bergelombang kini berganti menjadi wetlook yang sedikit liar berantakan. Baju gaun yang anggun mengembang berubah menjadi baju terusan yang dimulai dari belahan dada rendah dan berakhir pada rok mini. Si gadis feminim berubah menjadi gadis yang sensual! Tetapi entah mengapa penampilan seksinya justru memberi kesan bahwa si gadis 'alim' bertransformasi menjadi gadis 'nakal' yang menggoda. Yang lebih gawat lagi, di scene terakhir, pemandangan senja di kota itu berubah menjadi malam hari dan rumah-rumah yang dilewati gadis itu mendadak mempunyai puluhan lampu-lampu neon signboard yang berkelap-kelip semarak layaknya sebuah red district. Jadi, apa sebenarnya makna yang mau disampaikan di balik visualisasi iklan ini? Sekadar dari gadis biasa menjadi gadis luar biasa dengan dramatisasi iklan ataukah dari gadis alim menjadi gadis 'nakal' yang mengubah kotanya menjadi sebuah lokalisasi? ;-)

3 komentar:

resti mengatakan...

Hi Robert,
setiap iklan kan dibuat berdasarkan hasil riset.

Mungkin banyak banget cewe yang pengen keliatan seksi hahahhaha

Teman gw ada satu yang mikir, "kayaknya asik ya kalo kita seksi?"

hahahhahah

gw sih gak jawab apa-apa

r

Robert - a.k.a - ravenheart mengatakan...

Wah Resti, tumben elo komentar di postingan blog gw 4 tahun yg lalu! Gile, gw aja sampe nyaris lupa postingan yg ini, hehe.

Setuju, semua cewek (termasuk cowok) pasti ingin dan suka keseksian, tp yg gw garis bawahi di sini adalah keseksian cewek dan suasana kota penuh neonsign warna-warni itu jadinya lebih mirip suasana call girl di red district :-P

dede firmansyah sastramintardja mengatakan...

maklum yang jadi brand nya kan si luna maya jadi dia nakal tuh ahhaha cocok ma imej si luna nakal nakal gimana gitu hahaha